Mengenal DNS untuk Pemula: A, AAAA, CNAME, MX, dan TXT
Sebuah toko kue online di Yogyakarta kehilangan sekitar 40 pesanan dalam tiga hari. Bukan karena kuenya kurang enak, bukan pula karena iklannya mati. Penyebabnya sederhana: pemilik toko mengganti hosting, lupa memperbarui satu record A, dan sebagian pengunjung terus diarahkan ke server lama yang sudah kosong. Selama 72 jam, sebagian orang melihat website normal, sebagian lain melihat halaman error. Pemiliknya baru sadar setelah pelanggan setia bertanya lewat WhatsApp.
Kasus seperti ini sangat umum, dan hampir selalu bermuara pada hal yang sama: DNS yang tidak dipahami. Artikel ini membedah lima jenis record yang paling sering Anda temui, yaitu A, AAAA, CNAME, MX, dan TXT, lengkap dengan contoh isian dan langkah praktis yang bisa langsung dicoba.
Daftar Isi
- Apa itu DNS dan mengapa penting
- Record A dan AAAA: menunjuk ke alamat server
- Record CNAME: alias untuk nama lain
- Record MX: mengatur email domain
- Record TXT: verifikasi dan keamanan
- Studi kasus: toko kue online dari nol
- Cara memeriksa dan memahami propagasi
- Kesalahan umum yang sering terjadi
Apa itu DNS dan mengapa penting
DNS (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain seperti tokokueku.my.id menjadi alamat yang dimengerti mesin. Bayangkan buku telepon: Anda mencari nama, lalu mendapat nomor. Tanpa DNS, setiap pengunjung harus mengetik deretan angka untuk membuka website Anda.
Cara kerja singkat
Saat seseorang mengetik nama domain, perangkatnya bertanya ke resolver milik penyedia internet. Resolver lalu menelusuri server DNS yang menyimpan data domain tersebut, mengambil jawabannya, dan menyimpannya sementara agar permintaan berikutnya lebih cepat. Lama penyimpanan sementara itu disebut TTL.
Di mana record DNS diatur
Record DNS diatur di panel pengelola domain Anda, biasanya pada menu bernama DNS Management atau Kelola DNS. Setiap record punya empat komponen: tipe, nama (host), nilai (value), dan TTL. Memahami keempatnya sudah cukup untuk 90 persen kebutuhan pemula.
Poin Penting: Domain hanyalah nama. Record DNS-lah yang menentukan ke mana website, email, dan layanan verifikasi Anda diarahkan. Satu salah ketik bisa membuat salah satunya berhenti bekerja.
Record A dan AAAA: menunjuk ke alamat server
Record A menghubungkan nama domain dengan alamat IPv4, yaitu empat kelompok angka seperti 203.0.113.25. Record AAAA melakukan hal yang sama untuk alamat IPv6, yang formatnya lebih panjang seperti 2001:db8::1.
Contoh isian
| Tipe | Host | Nilai | Fungsi |
|---|---|---|---|
| A | @ | 203.0.113.25 | Domain utama menuju server IPv4 |
| AAAA | @ | 2001:db8::1 | Domain utama menuju server IPv6 |
| A | blog | 203.0.113.40 | Subdomain blog ke server lain |
Tanda @ berarti domain utama tanpa awalan. Alamat IP di atas hanya contoh; gunakan alamat yang diberikan penyedia hosting Anda.
Kapan memakainya
Pakai record A saat Anda menghubungkan domain ke hosting cPanel atau VPS. Tambahkan AAAA hanya jika penyedia hosting memberi alamat IPv6. Jika tidak, cukup A. Mengisi AAAA dengan nilai asal-asalan justru membuat sebagian pengunjung gagal membuka website.
Record CNAME: alias untuk nama lain
CNAME bukan menunjuk ke angka, melainkan ke nama domain lain. Analoginya seperti kartu nama berisi tulisan "hubungi kantor pusat": Anda tidak menyimpan nomornya, hanya rujukan ke pihak yang menyimpan.
Contoh isian
| Tipe | Host | Nilai | Kegunaan |
|---|---|---|---|
| CNAME | www | tokokueku.my.id | www mengikuti domain utama |
| CNAME | app | cname.vercel-dns.com | Subdomain ke Vercel |
| CNAME | docs | namaakun.github.io | Subdomain ke GitHub Pages |
Layanan seperti Vercel, Netlify, GitHub Pages, dan Blogger umumnya meminta CNAME karena alamat IP server mereka bisa berubah sewaktu-waktu. Dengan CNAME, perubahan itu ditangani penyedia layanan, bukan Anda.
Batasan yang wajib diingat
CNAME tidak boleh berdampingan dengan record lain pada host yang sama. Jika www sudah memakai CNAME, Anda tidak bisa menambahkan MX atau TXT di host www. Domain utama (@) pada umumnya juga tidak boleh memakai CNAME; gunakan record A sesuai petunjuk penyedia layanan.
Record MX: mengatur email domain
MX (Mail Exchanger) memberi tahu dunia server mana yang menerima email untuk domain Anda. Tanpa MX yang benar, alamat seperti [email protected] tidak akan menerima apa pun, dan pengirim bahkan tidak mendapat peringatan yang jelas.
Prioritas dan contoh
Record MX punya angka prioritas. Angka lebih kecil berarti lebih diutamakan. Server cadangan diberi angka lebih besar.
| Tipe | Host | Nilai | Prioritas |
|---|---|---|---|
| MX | @ | mail1.contoh-email.com | 10 |
| MX | @ | mail2.contoh-email.com | 20 |
Nilai MX harus berupa nama host, bukan alamat IP, dan nama itu tidak boleh menjadi CNAME. Salin persis dari petunjuk penyedia email Anda, baik layanan email bisnis maupun email bawaan hosting cPanel.
Satu hal yang sering terlewat
Jika Anda memindahkan website ke layanan baru, jangan menghapus MX lama begitu saja. Banyak pemilik usaha menghapus seluruh record lama saat migrasi, lalu email pelanggan terhenti tanpa disadari berhari-hari.
Record TXT: verifikasi dan keamanan
TXT menyimpan teks bebas. Awalnya dibuat untuk catatan, kini fungsinya jauh lebih penting: membuktikan kepemilikan domain dan melindungi email dari pemalsuan.
Tiga pemakaian paling umum
- Verifikasi kepemilikan. Google Search Console meminta Anda menambahkan TXT berisi kode unik untuk membuktikan bahwa domain milik Anda.
- SPF. Daftar server yang berhak mengirim email atas nama domain Anda. Contoh nilai:
v=spf1 include:_spf.contoh-email.com ~all. - DKIM dan DMARC. DKIM menandatangani email secara kriptografis, sedangkan DMARC menentukan tindakan jika SPF atau DKIM gagal. Keduanya dipasang sebagai TXT dengan host khusus, misalnya
_dmarc.
Aturan emas SPF
Satu domain hanya boleh memiliki satu record SPF. Bila Anda memakai dua layanan pengirim email, gabungkan keduanya dalam satu baris memakai beberapa include, bukan membuat dua record SPF terpisah. Dua record SPF membuat hasilnya dianggap tidak valid.
Studi kasus: toko kue online dari nol
Kembali ke toko kue tadi. Setelah kejadian itu, pemiliknya menata ulang DNS dengan langkah berikut. Anda bisa menirunya untuk proyek sendiri.
- Siapkan domain. Ia mendaftarkan domain resmi lewat DomainGratis.co.id. Untuk rincian biaya, lihat halaman harga. Pelajar yang hanya ingin mencoba bisa lebih dulu mengklaim subdomain gratis lewat my.domaingratis.co.id.
- Catat alamat dari hosting. Penyedia hosting memberi IP server. Ia mencatatnya di tempat aman.
- Buat record A. Host
@diarahkan ke IP server tersebut. - Buat CNAME www. Host
wwwdiarahkan ke domain utama agar kedua versi alamat membuka website yang sama. - Pasang MX. Record MX dari penyedia email dimasukkan sesuai prioritas.
- Tambahkan TXT. SPF untuk email, lalu kode verifikasi Google Search Console.
- Turunkan TTL sebelum migrasi. Dua hari sebelum pindah server, ia menurunkan TTL menjadi 300 detik agar perubahan menyebar cepat.
Hasilnya, migrasi berikutnya berjalan tanpa downtime yang terasa. Email tetap masuk, dan website bisa diakses dari semua perangkat dalam hitungan menit.
Variasi untuk developer pemula
Jika website Anda berada di GitHub Pages, Vercel, atau Netlify, pola dasarnya sama: record A atau CNAME menuju platform, ditambah TXT jika platform meminta verifikasi. Bedanya hanya pada nilai yang diberikan masing-masing platform, jadi selalu rujuk petunjuk resminya.
Cara memeriksa dan memahami propagasi
Setelah menyimpan perubahan, hasilnya tidak selalu langsung terlihat. Resolver di berbagai tempat masih menyimpan jawaban lama sampai TTL habis. Inilah yang disebut propagasi. Umumnya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, dan dalam kasus tertentu bisa lebih lama.
Memeriksa lewat terminal
Anda bisa memakai perintah nslookup (tersedia di Windows, macOS, dan Linux) atau dig (macOS dan Linux):
nslookup -type=A tokokueku.my.id
nslookup -type=MX tokokueku.my.id
nslookup -type=TXT tokokueku.my.id
dig tokokueku.my.id A +short
dig tokokueku.my.id MX +shortBandingkan keluaran dengan nilai yang Anda masukkan di panel. Jika berbeda, kemungkinan besar propagasi belum selesai atau ada salah ketik.
Memeriksa lewat alat daring
Alat pemeriksa propagasi seperti DNSChecker atau WhatsMyDNS menampilkan jawaban dari banyak lokasi sekaligus. Cukup berguna untuk memastikan perubahan sudah merata. Jika hanya sebagian lokasi yang berubah, tunggu dulu sebelum mengutak-atik ulang.
Kesalahan umum yang sering terjadi
Dari sekian banyak kasus DNS bermasalah, pola kesalahannya ternyata berulang. Periksa daftar ini sebelum menyimpulkan bahwa penyedia layanan yang bermasalah.
- Menulis domain lengkap di kolom host. Beberapa panel otomatis menambahkan nama domain, sehingga hasilnya menjadi www.tokokueku.my.id.tokokueku.my.id. Cukup isi
www. - Titik di akhir nilai. Sebagian panel mewajibkan titik di ujung nama host (
contoh.com.), sebagian lain tidak. Ikuti contoh bawaan panel. - Konflik CNAME. Menaruh CNAME bersama record lain di host yang sama.
- Dua record SPF. Seperti dijelaskan sebelumnya, gabungkan menjadi satu.
- Menghapus record sebelum penggantinya aktif. Tambahkan yang baru, uji, baru hapus yang lama.
- Mengabaikan nameserver. Record hanya berlaku jika dikelola di penyedia DNS yang benar-benar aktif untuk domain tersebut. Bila nameserver mengarah ke tempat lain, perubahan di panel ini tidak berpengaruh.
Pertanyaannya, bagaimana cara membiasakan diri agar tidak panik saat DNS bermasalah? Catat setiap record sebelum mengubahnya. Tangkapan layar sederhana saja sudah menyelamatkan Anda dari tebak-tebakan.
Ringkasan fungsi lima record
| Record | Menunjuk ke | Contoh pemakaian |
|---|---|---|
| A | Alamat IPv4 | Hosting cPanel, VPS |
| AAAA | Alamat IPv6 | Server dengan dukungan IPv6 |
| CNAME | Nama domain lain | Blogger, Vercel, Netlify, GitHub Pages |
| MX | Server email | Email dengan domain sendiri |
| TXT | Teks verifikasi | SPF, DKIM, DMARC, Search Console |
Mulailah dari yang paling kecil: satu record A, satu CNAME untuk www, lalu satu TXT verifikasi. Setelah ketiganya berjalan, menambahkan email dan layanan lain terasa jauh lebih ringan. Jika Anda belum punya domain untuk berlatih, cek opsi yang tersedia di domaingratis.co.id/harga atau mulai dengan klaim domain gratis di my.domaingratis.co.id, lalu praktikkan setiap langkah di atas pada proyek sungguhan.



